Kamis, 21 Juli 2022

Dunia

Perbincangan di motor sepulang sekolah. 


"Ummi, dunia dalam bahasa Arab artinya sama ya dengan kata bahasa Indonesia. Kenapa Mi?"


"Iya Nak, karena bahasa Indonesia itu banyak memakai serapan dari bahasa lain, semisal Inggris, Arab, dan bahasa lain."


"Kenapa harus pakai serapan Mi?"


"Sepertinya, karena kosakata bahasa Indonesia lebih sedikit, beda sama bahasa Arab -misalnya- yang kaya sekali dengan kosakata. Satu benda dalam bahasa Arab itu bisa disebut dengan berbagai macam kata Bang..."


"Misalnya, kursi. Itu asalnya dari bahasa Arab, kursiyyun. Majalah dari bahasa Arab juga. Dan banyak kata lain dari serapan bahasa Arab."


"Terus bedanya dunia di bahasa Indonesia sama dunia di bahasa Arab apa Mi?"


"Bang, kalau di bahasa Indonesia itu dunia artinya tempat kita tinggal. Alam yang kita tempati. Nah kalau di bahasa Arab, artinya lebih detail lagi lho."


Dunia berasal dari kata dana, artinya rendah. Jadi kalau Allah sebut di Al Qur'an, dunia itu posisinya rendah Bang di hadapan Allah. Kata Allah dunia itu hanya permainan dan Senda gurau aja. Dunia itu sementara. 


Misalkan, kalau ada orang canti di dunia. Cantiknya itu sementara. Ada orang kaya, kayanya juga sementara. Ada orang yang hebat, hebatnya juga sementara. Dan semuanya cuma sebentar aja terasanya. 


Beda sama di akhirat. Kalau sudah merasakan nikmat, kita akan merasakannya selama lamanya bang. 


Kira kira Abang mau pilih yang mana, dunia atau akhirat." 


"Ya akhirat lah.. tapi ke surga Mi.."


"Iya, makanya kita berjuang keras ya di dunia. Istirahat sebentar sebentar aja. Karena orang Islam itu istirahat totalnya nanti di surga." 


***

Perbincangan kami usai karena sudah tiba di rumah. Ah selalu seru jika berbincang sepulang sekolah. Semoga kami bisa rutin berbincang dialog iman bersama. 


Ya Allah, bimbinglah kami..





Senin, 18 Juli 2022

Otak Reptil

"Mi, kenapa sih Bian suka mukul kalau misalkan dia ngga suka sesuatu?"

Sore itu Syamil bertanya padaku. Aku yang sedang menulis jurnal sejenak menolehkan pandangan padanya. Berpikir mencari jawaban dan akhirnya menjawab, 

"Hm...mungkin karena otak reptilnya terlalu aktif?" 


"Maksudnya otak reptil mi? Memang manusia punya otak reptil?".  Jawab Syamil.


"Iya nak, Allah menciptakan bagian dalam otak, yang oleh para ilmuwan disebut otak reptil. Otak ini aslinya sangat bermanfaat bagi manusia. Dia akan memberikan respon membela diri jika ada hal-hal yang mengganggu kita. Tapi, kalau otak reptilnya terlalu dominan, kita malah rugi.." jelasku hati hati. 


"Rugi kenapa?", Syamil mulai penasaran. 


"Ya kalau otak reptilnya dominan, jadinya seperti temenmu itu. Sedikit sedikit mukul, karena dia merasa diancam." Kujawab lagi.


"Kenapa Mi, otak reptil bisa dominan?" 


"Ada satu bagian lagi dalam otak yang fungsinya mengambil keputusan. Namanya prefrontal cortex (PFC). Nah, otak ini adanya di depan, di dahi kita," kujelaskan sambil menunjuk bagian dahi Syamil. 

Ketika seseorang mendapat "stimulasi, dia bisa mengambil keputusan mau memberi reaksi apa. Orang yang otak PFC nya bagus, dia akan mengambil keputusan dengan tepat. Tapi kalau otak reptilnya yang dominan dia akan langsung kasih reaksi pukulan, kata kata yang kasar, dan lain lain."

"Nah, PFC ini bisa rusak kalau kita terlalu sering main hp. Kalau PFC rusak jadi otak reptil yang lebih dominan. Jadi deh, kejadiannya kaya teman Syamil."

"Ooh gitu ya Mi.. aku jadi paham sekarang." 


"Jadi paham kan Kenapa umi membatasi Abang main hp?"


"Hehe..iya mi,"

****


Semoga dialog singkat dengan sholihku ini bisa mengubah kebiasaan buruknya perlahan lahan. 


Jumat, 17 Juni 2022

Menelaah Diri Menentukan Misi

Hari ini aku mau berbagi misi yang berhasil kuselesaikan. Untuk mengerjakan misi ini sungguh banyak perenungan, diskusi diskusi dengan suami, serta aku harus menilik kembali siapa diriku di masa lalu. 

Sebelum mengerjakan misi, seperti biasa aku mendapat materi tentang Piramida Ibu Profesional. Inti dari materi ini menurutku adalah bagaimana kita bisa mewujudkan cita cita IP yaitu Noble Attitude atau akhlak mulia. Cara yang terdekat saat ini adalah menjadi kuat di dalam rumah, lalu siap berkiprah memberi kontribusi di di luar rumah. Dan semua memiliki tahapan yang harus dilalui dengan sabar dan sungguh sungguh. 






Di misi kali ini kami ditantang untuk menentukan misi diri dan keluarga. Setelah aku flash back aku dan suami  sudah memiliki visi misi tertulis. Namun memang untuk pelaksanaannya masih harus selalu saling mengingatkan. 

Berikut visi misi saya dan keluarga

Secara rinci aku sudah memiliki goal setting sejak kuliah. Mengerjakan misi ini membuatku kembali mengingat mimpi mimpi sejak dulu yang kini siap aku wujudkan kembali.






Lalu apakah misiku selaras dengan IP? Tentu harus harus Ku selaraskan. Sebelum menentukan misi di IP kami disuguhi sharing tacit knowledge oleh para alumni setiap jenjang perkuliahan. Secara garis besar insight yang didapatkan adalah : 




Selain dari tacit knowledge, ada beberapa referensi yang sudah kubaca berkaitan dengan proses pembelajaran di IP, yaitu: 
1. PDF tentang Peradaban Baru Ibu Profesional 2021
2. Video Bisikin episode Bunda Sayang
3. Buku Bunda Cekatan 
4. Website www ibuprofesional.com

Dan setelah berbelanja literatur dan pengalaman ini, misiku di Institut Ibu Profesional adalah:



Bismillah, semangat menuntaskan dengan sungguh sungguh apa yang sudah dimulai.