Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2024

Hadiah Kecil Untuk Diri Sendiri

Hari itu aku tak tahu tanggalnya persis. Namun aku ingat bahwa itu adalah hari yang ternyata menjadi penentu penting dalam hidupku di masa kini. Aku ingat saat itu aku tengah melakukan perjalanan panjang terjauhku selama aku hidup. Yogyakarta. Sebuah kota yang aku tuju karena aku akan mengikuti mukhoyyam Al Quran Nasional Akhwat. Ya, karena Al Quranlah aku bisa berada di sana. Dengan bekal seadanya baik secara fisik, materi, bahkan hafalan. Namun semua bisa terjadi karena Allah yang mengizinkan aku kesana. 

Disanalah aku terdampar. Di antara para hafizhoh penghafal Al Quran yang gerak langkahnya membuat hati iri. Senyumannya sangat menenangkan. Keramahannya sangat membuat nyaman. Lantunan bacaaan mereka sungguh membuat siapapun yang mendengarkan tak inginkehilangan suara-suara surgawi itu. 

Tapi tulisan kali ini bukanlah tentang Mukhayyam, lain kali aku akan ceritakan itu lebih dalam. Ada satu kejadian kecil saat itu yang ternyata jadi suratan takdir bagiku di masa kini. Saat itu adalah pertama kali aku menyimak langsung taujih dari Gurunda Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf. 

Malam hari setelah serangkaian jadwal yang pada kami menyimak untaian Al Quran teriring dari lisan beliau. Semua penting, sehingga pena sungguh tak bisa berhenti untuk mencatat bulir-bulir ilmu yang terus terhasilkan. Namun apa daya, kekuatan tangan, kejelian telinga, serta ketajaman otak saat itu masih kurang mumpuni unutk bisa mencatat keseluruhan tausiyah. Belum lagi gaya penyampaian beliau yang sarat akan ayat Al Quran, seakan Al Quran sudah mengalir dalam darahnya beliau. Terkadang beliau menyebutkan ayat itu di surat apa, namun lebih sering hanya mengutip saja tanpa menyebutkan lebih detail tentang suratnya.

Bagi peserta yang sudah hafidzoh keseluruhan Al Quran mungkin mudah memindai ayat itu adala di surat apa. Tapi bagiku, semuanya amatlah serba ngeblank. Mau membuka mushaf, tidak akan keburu, mau bertanya pada peserta lainpun mereka semua sedang khidmat menyimak. Oh, aku yang tipe belajarnya harus mencatat akhirnya hanya termangu dan mencatat poin poin penting dengan sangat singkat saja. Sungguh di luar kebiasaanku yang mengharuskan mencata selengkap dan sedetail mungkin. 

Saat itu, aku memang tidak terpikirkan sama sekali untuk mencatat di ponsel. Selain karena sungkan, juga karena panitia tidak mengizinkan peserta memakai ponsel. Semua ponsel tak boleh terlihat ada di atas meja saat tausiyah. Harus dinonaktifkan atau disenyapkan dan ditaruh dalam tas. Jadi begitulah, momen tausiyah pertama terlewatkan karena kendala yang aku alami. 

Singkat cerita, aku pun berusaha lebih ekstra unuk mengikuti tausiyah kedua. Aku bertekad ingin lebih khusyuk lam menyimak materi. Maka aku memilih makan dengan agak cepat, lalu langsung bersiap menuju aula untuk mengincar bangku terdepan persis di hadapan meja Ustadz saat akan tausiyah. Aku berharap, dengan begitu ilmu yang kudapat bisa maksimal dan catatanku bisa lebih lengkap dari sebelumnya. 

Sesampainya di aula, ternyata bangku yang aku incar sudah ditempati oleh seorang Ummahat. Beliau bersasal dari Jakarta. Kami berkenalan lalu aku minta izin untuk duduk di samping beliau. Aku akhawatir bangku di sebelahnya sudah ada yang menempati, walaupun masih kosong. Maklum, terkadang ada juga yang sering menitip bangku pada temnannya. Sehingga meskipun orangnya belum ada, tapi tas atau penanda lainnya sudah diletakkan untuk menandai bahwa itu bangku mereka.

Kajian pun akhirnya dimulai kembali. Aku sudah siap siap mencatat dengan pena dan buku catatan. Namun aku terperanjat sekali tatkala ummahat di sebelahku mengeluarkan perangkatnya untuk mencatat, yaitu tablet lengkap dengan mesin ketik mininya. Masya Alah, di tahun 2011, 13 tahun lalu, itu adalah benda yang canggih yang baru kali itu mungkin aku lihat. Biasanya yang aku lihat hanya laptop saja atau yang sejenisnya. Sehingga aku berdecak amat kagum ketika melihat alat tempurnya untuk mencatat yang sangat luar biasa. Sungguh sangat mencerminkan niat kuatnya untuk belajar. Masya Allah. 

Selama kajian, kini pikiranku terbelah. Pertama karena terpukau dengan kedalaman ilmu yang Gurunda sampaikan. Kedua, terpukau melihat kelihaian jari jemari ummahat disebelahku dalam merekam kata demi kata yang Gurunda sampaikan. Ah, aku iri sekali saat itu. Mukhayyam ini bukan saja melesatkan cita-citaku untuk menjadi ahlul Quran sebagaimana para guru dan peserta lainnya disini. Tapi juga melecut diri ini agar suatu saat bisa punya perangkat seperti itu juga supaya memudahkan dalam mencatat berbagai ilmu penting. Terbukti, dengan alat catat yang canggih, catatan yang luar biasa pun mampu direkam dengan baik dalam tulisan ummahat tersebut. Aku sangat terbantu dengan catatannya. Sungguh rapi dan lengkap. Saat membacanya seolah kita kembali bisa menyimak Gurunda di hadapan kita. Ya Allah berikanlah pahala yang mengalir bagi beliau, aamiin.

Peristiwa itu amat berkesan bagiku. Dan ternyata kini menjadi sebab bagiku untuk bisa berkarya lewat ilmu. Terhitung sejak covid, kesukaanku mencatat kajian menjadi salah satu cara untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. Aku akhirnya sering diminta untuk menjadi notulen jika sedang ada kajian. Akuingat, di dunia televisi orang yang sering dipanggil untuk jadi notulen adalah Kang Maman. Bahkan beliau membuat buku yang judulnya No Tulen. Isinya adalah catatan perjalanan hidup beliau yang terjadi sehari-hari, namun bisa diambil pelajarannya oleh yang membacanya. Aku pun bercita-cita demikian. Membuat buku yang isinya refleksi perjalanan hidup yang dialami setiap hari. semoga tercapai.

Kini aku merasa Allah sedang mendukung mimpiku tersebut. Ia memberi aku perangkat tab lewat seseorang yang amat berbaik hati dan dermawan. Untuk mensyukurinya, aku oun memberi hadiah  kecil untuk diriku sendiri. Aku melengkapi perangkat menulisku dengan membeli keyboard mini portable. Ternyata saat dipakai amat menyenangkan. Bunyi setiap tombolnya amat menjadi healing untukku. Aku merasa bahwa aku sudah menjadi penulis betulan. Padahal masih penulis untuk blog pribadi saja. Hehe. Tap memang pengalaman menulis via sentuhan layar dan via mengetik di tuts keyboard memang amat berbeda. Sungguh bahagia, ketika jari-jari ini menari di atasnya untuk merekam kata demi kata dari para Gurunda yang telah memberikan ilmu. Semoga ini jadi salah satu  jalan agar prosesku dalam menuntut ilmu semakin berkualitas. 

Dan ini juga jadi tulisan blog pertamaku menggunakan keyboard ini. Sungguh bahagia. Semoga aku bisa lebih banyak menulis disini. Semoga ide ide akan semakin banyak mengalir deras dengan hadiah kecil ini. Semoga Allah mengizinkanku membuat buku solo agar bisa mendapatkan pahala jariyah darinya. Amin.

Terimakasih wahai diri, sudah memberikan hadiah kecil yang amat berharga hari ini.





Rabu, 21 Agustus 2024

Catatan Perjalanan Menghafalku

Rabu siang adalah jadwalku untuk mengikuti halaqah tahfizh secara daring.  Aku dan teman teman dibimbing oleh seorang Ustadz yang mengelola tanah wakaf di Bogor. Alhamdulillah beliau bersedia menerima setoran hafalan kami di tengah kesibukan beliau mengurus tanah wakaf dan segudang kesibukan lainnya. 


Alhamdulillah peserta hari ini yang hadir ada 6 orang. Kamu bergantian membacakan hafalan di hadapan Ustadz. Sesekali Ustadz mengkoreksi bacaan kami yang salah. Biasanya kesalahan yang paling sering terjadi adalah salah harokat, disusul oleh sambungan ayat yang menyasar  ke surat atau ayat lain. Ya, begitulah kami, ibu ibu super sibuk yang tengah berjuang dengan Al Quran di tengah keterbatasan. Kesalahan tidak menggugurkan semangat kami. Semoga kami justru semakin kuat di halaqah quran ini.


Aku sendiri Alhamdulillah bisa setoran hafalan dengan kondusif. Anak anak tidur dengan pulas di masjid. Sengaja aku tidak pulang dulu ke rumah karena ingin lebih tenang saat menyetorkan hafalan. Jika di rumah anak anak cenderung rewel dan ingin ditemani. Lain halnya jika di masjid. Suasana yang sejuk, angin yang sepoi sepoi dan area masjid yang luas dan tenang mampu menghipnotis anak anak hingga mereka tidur dengan sangat pulas. 


Aku terharu menyimak setoran hafalan teman teman seperjuanganku. Ada yang sedang sakit, namun tetap semangat ziyadah sampai 4 halaman. Ada yang mengaku hanya menyiapkan sedikit hafalan, namun ternyata mampu setoran hingga seperempat juz, ada yang tawadhu mengatakan tahsinnya kurang, tapi ternyata bacaannya luar biasa. Ada juga yang memang menyetorkan 1 halaman, namun aku tahu ia selaku membawa hafalan 1 sehalamannya itu dalam shalatnya yang khusyuk. 


Latar belakang mereka pun luar biasa. Rata-rata mereka semua adalah seorang guru, ada juga hang ibu rumah tangga. Secara hitung- hitungan manusia amat sulit mencocokka  jadi dengan kesibukan mereka. Tapi alhamdulillah,  allah berkenan mempertemukan  kami dj halaqah ini dengan waktu yang amat terbatas, berkeliaran dengan agenda lainnya. 


Alhamdulillah halaqah kami akhirnya selesai. Di akhir sesi ustadz memberikan pesan bahwasanya tujuan murojaah bukan sekedar untuk melancarkan hafalan. Jika lancar menjadi tujuan maka ayat yang sudah lancar tidak akan kita sentuh untuk dimurojaahi. Tanamkan mindset bahwa murojaah adalah cara kita untuk bersyukur pada Allah karena Allah mengizinkan dan memampukan kita untuk menghafal. Nikmatilah momen komen murajaah kita. Bayangkan ziyadah adalah proses kita menanam benih, dan murojaah adalah hasil panen kita yang harus dinikmati secara perlahan sehingga semua panen habis bergantian kita nikmati. 


Pesan lainnya dari Ustadz adalah halaqah Al quran ini berperan sebagai bensin bagi kita yang setiap harinya mengajarkan Al Quran. Maka sudah semestinya kita tidak pernah absen dari halaqah ini, karena begitu bolos sekali maka bensin tidak terisi dan kelak kita akan mengajar kembali dengan kondisi kosong tanpa amunisi. Jangan sampai ham itu terjadi. 

Aku terenyuh mendengar nasihat tersebut. Dan semakin terharu ketika salah seorang sahabatku dj halaqah merepotkan nasihat Ustadz. Ia berkata bahwa meskipun hanya mampu menghafal sedikit demi sedikit tapi ia akan berusaha terus 'menanam' lewat proses menghafal ini. Ia berharap bisa 'memanen' kala tiba masanya anak anaknya sudah besar dan Allah izinkan kembali dirinya bisa shalat dengan khusyuk dan lama. Masya Allah, sungguh aku bangga dengan azzamnya untuk mengamalkan surah Al muzzammil ayat terakhir. 


Sungguh proses menghafal ini amat berat, namun bukan berarti tak bisa dilakukan. Perlu pengorbanan,  perlu perjuangan dan semua itu bisa dilakukan atas kekuatan dari Allah dan atas izinNya kepada kami semua. Doakan kami bisa beristiqomah dengan Al Quran,  dan demikian juga dengan teman teman yang membaca. 


Barakallahu fiik..




Rabu, 11 Oktober 2023

Jurnal Bunda Sayang Hari Ke 3

Hari ini anak anak berangsur pulih. Namun, secara emosi, mereka masih rapuh dan mudah tantrumnhanya karena hal yang kecil. Seringnya karena ada perselisihan kecil antara anak pertama dan kedua. Akhirnya, anak keduaku sering sekali menangis dan uring-uringan. 


Jika sudah demikian, aku seringkali bertanya dengan penuh tendensi pada anakku yang pertama. Anakku yang pertama menganggap bahwa aku menyalahkannya telah membuat adiknya menangis. 


Akhirnya aku mencoba memahami dulu kondisi mereka. Si kakak yangjuga masih rentan emosinya merasa tersudut setiap kali aku bertanya penyebab adiknya menangis. Lantas, untuk mengatasinya, aku berhenti bertanya pada Kakak. Aku lebih fokus untuk memberikan rasa nyaman untuk keduanya. 


Saat adik menangis aku peluk adik untuk menenangkannya. Lalu aku sampaikan pada Kakak agar ia jangan dulu berinteraksi intens dengan adik karena aduk sedang sensitif. Aku mengarahkan Kakak untuk menyibukkan diri membaca atau bermain dengan adik bayi saja. 


Dengan solusi tersebut, akhirnya tangisan dan perselisihan pun terminimalisir. Aku bersyukur masih bisa menerapkan ilmu dari bunda sayang di saat saat penuh tekanan seperti ini. Semoga, esok kondisi semua anggota keluarga di rumah semakin membaik. 

Sabun Dari Minyak Bekas

Sudah sejak lama aku merasa resah dengan timbunan bekas minyak yang aku kumpulkan sejak dua tahun lalu. Sebelumnya aku berniat untuk menjual minyak tersebut pada pengepul minyak. Mereka memberi harga 6000 perliter. Namun, untuk mengumpulkan 1 liter minyak sisa saja aku membutuhkan waktu yang lama karena aku jarang memasak dengan minyak yang banyak. 

Oleh karena itu, aku mengurungkan niat untuk menjualnya. Hingga kini, aku memiliki 1 dirijen minyak yang masih belum sempat aku olah. Akhirnya suatu hari aku mendapat info ada pelatihan pemanfaatan minyak bekas di Rumah Keluarga Indonesia Tajurhalang. Aku belum berkesempatan hadir. Namun, ada temanku sebagai perwakilan dari desaku yang bisa mengikuti pelatihannya.

Akhirnya aku berencana mengambil ilmu dari pelatihan yang sudah diikuti temanku. Di hari Senin aku menghubunginya dan merencanakan semuanya untuk hari Selasa. Alhamdulillah, temanku bersedia dan terlaksanalah pelatihan pemanfaatan minyak bekas menjadi sabun untuk keperluan mencuci sehari hari. 


Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sabun minyak bekas ini cukup mudah untuk ditemukan. Bisa juga memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Syaratnya, barang tersebut sudah tidak boleh digunakan kembali untuk keperluan lain. Khusus untuk pembuatan sabun saja. 

Alat yang disiapkan adalah gelas ukur, teko, wadah plastik, pengocok telur, timbangan, sarung tangan, masker, kacamata, kardus, serta cetakan agar-agar. Sementara itu bahan yang dipakai adalah minyak bekas, bleaching earth, soda api, pewarna dan pewangi.

Cara pengolahan minyak ini tergolong sederhana. Hanya saja butuh kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Terutama ketika mencampurkan soda api kedalam air. Pertama-tama kita butuh memproses minyak bekas agar terbebas dari kotoran dan warnanya lebih jernih. Proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan arang atau bisa juga dengan bleaching earth.

Selanjutkan proses pencampuran antara minyak, ditambahkan pewarna, lalu dikocok, ditambahkan pewangi, lalu dikocok lagi, baru ditambahkan larutan soda api dan dikocok lagi hingga konsistensinya mengental. Setelah mengental barulah di tuangkan ke dalam cetakan sabun. 

Setelah dicetak, sabun harus dibiarkan selama minimal dua pekan. Ini dinamakan masa curing. Manfaatnya adalah untuk menghilangkan efek dari soda apinya agar taman digunakan untuk pencucian sehari-hari. 

Sabun ini jika sudah jadi bisa digunakan untuk mencuci barang seperti kerah baju, kaos kaki, lap, noda membandel yang biasanya sulit dibersihkan oleh deterjen pasaran. Beberapa orang yang sudah mencoba sabun ini memberi testimoni bahwa mereka merasa lebih mudah saat mencuci karena pakainnya jadi lebih cepat bersih dari noda.

Sabun berbahan dasar minyak bekas ini adalah salah satu solusi ramah lingkungan dan bisa jadi bernilai ekonomis jika kita mampu mengemasnya dengan baik. Di beberapa daerah banyak ibu-ibu yang sudah memproduksi sabun ini dan dijual ke tetangga sekitar sehingga mereka bisa merasakan kemandirian dari segi ekonomi dengan berbahan minyak bekas ini.






Sabtu, 25 Maret 2023

Apa Yang Membuatmu Bahagia Saat Ini?


 Hari keempat Ramadhan #NulisBarengStiletto


❤️Apa yang membuatmu bahagia saat ini?❤️


Berada di tengah tengah orang yang aku cintai dan bertumbuh bersama menjadi lebih baik adalah salah satu modal kebahagiaanku saat ini. 


Kita tak perlu selalu bersama dengan orang yang hebat, namun kita perlu bersama orang yang tepat. Orang yang bisa memahami dan membantu agar bisa terus menjadi lebih baik setiap harinya. 


#NgabubuWRITE #NulisBarengStiletto 

#ngabubuWRITEhari4

@stiletto_book

@stiletto_indiebook #rbb23 #ramadhanbarengbooksmail

Jumat, 24 Maret 2023

Apa Yang Sebenarnya Kubutuhkan Saat Ini?

 


Hari ketiga Ramadhan, 


⭐Apa yang lebih banyak kubutuhkan saat ini?


Jujur, saat aku bersyukur dikelilingi para sahabat yang selalu support dalam kebaikan. Mereka tak segan berbagi ilmu, sharing pengalaman,  mengingatkan kebaikan, dan bersama melakukan proses menuju perbaikan. 


Andai aku tak bersama mereka, mungkin aku akan berkutat dengan diri sendiri dan terlena oleh waktu yang kumiliki. 


Nyatanya, bersama mereka meningkatkan produktivitasku, melejitkan potensiku, membuatku terua bersemangat untuk terus berlomba dalam kebaikan. 


Bukan maksud berlomba untuk mengungguli mereka, namun memacu diri untuk berlomba dengan malaikat pencatat agar apa yang dicatat atasku hanyalah kebaikan demi kebaikan. Tentu hal itu sulit sekali. Tapi, bukankan kebaikan akan menghapus keburukan? Untuk itulah keberadaan para sahabat sangat kubutuhkan. Agar aku selalu ingat bahwa ada mereka yang sedang sama sama berproses menuju lebih baik. 


Dalam sebuah hadis, Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Jika kau menemukan sahabat yang dengannya kau akan ingat akan kebaikan, maka pegang erat mereka, jangan lepaskan sedetik pun. Karena setan akan lebih mudah merayu kala kita sedang sendirian. 


Jadi, apa yang kubutuhkan saat ini? Para sahabat yang baik yang dengan melihat mereka aku selalu terpacu untuk terus lebih baik. 


Teruntuk para sahabat yang membersamai di dunia nyata, di dunia maya, terlebih di komunitas bookstagram, terimakasih kuucapkan, karena kalian sungguh luar biasa. ♡♡♡


Btw, mushaf tulis ini sudah kumiliki sejak 2018, dan baru tertulis sampai juz 7 :(. Kini bersama para sahabat di komunitas, semoga bisa lebih konsisten.


#NgabubuWRITE #NulisBarengStiletto 

#ngabubuWRITEhari3

@stiletto_book

@stiletto_indiebook

Kamis, 23 Maret 2023

Apa Makna Kebahagiaan Bagiku?


 Hari kedua Ramadhan, 


⭐Apa makna kebahagiaan bagiku?⭐


Sederhana, bahagia adalah ketika bisa melakukan ketaatan pada Allah tanpa merasa berat dan terpaksa. Tapi murni karena pemahaman dan kecintaan yang mendalam kepadaNya. 


Ramadhan, saatnya belajar lebih dekat sama Allah. TBR sementara tertunda dulu sampai bada idul Fitri. Karena ada 'buku' yang lebih harus diprioritaskan selama Ramadhan ini. 


Semoga dimudahkan❤️✏️


#NgabubuWRITE #NulisBarengStiletto 

#ngabubuWRITEhari2

@stiletto_book

@stiletto_indiebook #rbb23 #ramadhanbarengbooksmail

Rabu, 22 Maret 2023

Bagaimana Perasaanku Saat Ini?

 


Hari pertama Ramadhan, perasaanku yang paling dominan adalah bahagia. ALLAH masih memberikan aku kesempatan untuk menjalaninya bersama dengan orang orang baik di sekelilingku. 


Adanya keluarga terdekat yaitu suami dan anak anak membuat aku merasa dicintai dan dibutuhkan keberadaannya oleh mereka. Menyiapkan sahur dan berbuka, menemani aktivitas harian anak anak, menyiapkan kebutuhan suami, dan banyak agenda lain akan terasa ringan jika dilakukan dengan hati bahagia. 


Bersama sahabat dan tetangga baik hati di sekeliling juga adalah kesyukuran tersendiri. Aku menyediakan waktu pagi dan sore untuk membersamai mereka. Pagi saat matahari terbit, bersama tetangga 1 gang, aku memulai tadarus bersama hingga waktu dhuha (sekitar jam 7.30). Sementara sore hari, dengan para sahabat, aku mengisi sanlat dengan energi yang masih tersimpan sebagian. 


Sementara itu, nun jauh di belahan tempat yang lain, ada teman teman komunitas yang juga meramaikan hariku. Berbeda-beda karakter mereka. Ada yang bersemangat unruk berbagi rezeki setiap hari, ada yang selalu membawa vibes ceria di grul, ada yang tampil dengan banyak ide, ada pula yang semangat mengeksekusi ide ide tersebut. Meskipun kami terpisah jarak, tapi tak menyurutkan niat kami untuk menghasilkan sesuatu dalam komunitas yang kami sayangi ini. 


Ohya, jangan lupa, kebersamaan dengan Al quran juga salah satu sumber kebahagiaan tersendiri. Di antara waktu waktu bersama orang tercinta, waktu bersama al quran tak boleh terlupakan. Ia harus jadi prioritas, mendapat posisi prime time, bukan waktu sisaan ataupun selipan saja. 


Nah, untuk mengatur itu semua, maka aku menggunakan planner dari kak @magdapuspita. Alhamdullah dengan memaksimalkan fitur planner ini, aku jadi bisa mengatur semua aktivitasku. Dan itu menjadikan perasaanku bahagia. Aku tak lagi merasa tak pernah jadi siapa siapa, seperti cover buku di atas, sebaliknya, aku yakin Allah menciptakanku untuk suatu misi tertentu yang hanya bisa dijalankan olehku saja. 


Semangat selalu wahai diri. Terimakasih karena engkau telah berjuang hari ini. 


#NgabubuWRITE #NulisBarengStiletto 

#NgabubuWRITEhari1

@stiletto_book

@stiletto_indiebook #rbb23 #ramadhanbarengbooksmail

Kamis, 16 Maret 2023

Antara Sahum dan Alarm


Hari itu Syamil bertekad untuk bisa shaum ke sekolah. Ia berpesan untuk dibangunkan saat sahur nanti. Saking serius tekadnya, ia sampai menempelkan tulisan peringatan di jam wekernya. 

Waktunya alarm berbunyi pun tiba. Namun, mengapa tidak ada suara yang muncul? Aku belum mengecek sebabnya, karena sibuk membangunkan dan menyiapkan sahurnya. Alhamdulillah Syamil sahur dengan lahap. 

Selesai sahur, lanjut aktivitas harian pagi. Murojaah, mandi, siap siap ke sekolah. Ia tak bawa kudapan dan makan siang karena memang berniat shaum. 

Semoga Allah beri kekuatan untuk menjalani shaum hari ini ya Nak. Keshalihan dan tekadmu akan jadi kenang kenangan terindah yang kelak akan Umma ceritakan pada adik adikmu. Tabarakallah Abang. 

Ohya, setelah beberapa jam, alarm akhirnya bunyi di jam 12 siang karena penunjuk jamnya salah. Yah, saling semangatnya Syamil menyetel alarm dan menempel pesan di atas alarm, ia sampai lupa mengecek kesesuaian jam alarm dengan jam yang semestinya. Lain kali lebih teliti lagi ya Bang. 

Senin, 25 Juli 2022

Allah ada di mana mana



Hari ini kisah seru apa yang ada di sekolah Bang? 

Ustadz Hasan berkisah mi, tentang apa itu...mmm.. pemuda yang menggembala kambing itu lho Mi...


Ooh, pengembala kambing, lalu apa yang terjadi sama penggembala itu bang? 


Kambing mau dibeli sama orang kaya mi. Tapi penggembala itu ngga mau menjual kambingnya. 


Lho, kenapa ngga mau...kan kalau dijual dia bisa dapat untung kan bang...


Iya sih mi, tapi kan dia jadi berbohong. Nanti kalau ketemu pemilik kambing dia jawab apa? Ternyata kambingnya kurang satu ekor... 


Memang siapa pemilik kambingnya? Dia kan bisa aja percaya bang sama pengakuan penggembala kambing..


Iya, tapi Allah tetap tahu mi kalau dia berbohong. Kan Allah selalu bersama kita mi. 


Iya ya bang...


Kalau Abang jadi penggembala kambing Abang akan jual ngga? 


Ngga lah mi... Kalau aku jual nanti aku jadi dosa sama Allah...


Masya Allah...semoga kita bisa mengikuti kejujuran penggembala kambing itu ya bang....

Aamiin...

Kamis, 21 Juli 2022

Memulai Tema Baru di Sekolah

"Bang, apa di sekolah hari ini kegiatan apa yang seru?"


"Tadi aku udah pembukaan tema Mi." 


"Wah, berarti aktivitasnya digabung ya, semua santri kelas KA3?"


"Iya, sih.. aku sekelompok sama Nabhan, Adam, Hanif..." 


"Serunya gimana Bang.. ada aktivitas percobaan..?"


"Kita di masjid bawah mi, belajarnya kapai layar tempel yang ditembak cahaya jadi ada gambarnya. Trus ustadz pakai laptop.."


"Ooh, itu pakai infokus maksudnya.." 


"Iya, belajar tentang fisik tubuh manusia, Mi."


"Masya Allah...serunyaaa”

"Abang tahu ngga kita kira fungsi tangan, kaki, kepala, lisan, telinga kita buat apa bang?"


"Hhhhh...aku lupa mi,"


"Tangan kita itu fungsinya untuk menciptakan banyak kebaikan dan manfaat bang..


Kaki fungsinya untuk melangkah ke tempat tempat baik, masjid, sekolah, dll yang baik baik. 


Kepala kita Allah ciptakan untuk berpikir hal baik, dan untuk bersujud sama Allah.


Lisan kita diciptakan supaya gemar baca Al Qur'an dan dzikir sama Allah, juga mengatakan hal hal baik


telinga kita Allah ciptakan agar selalu mendengar adzan dan menaati ajakan adzan...


"Tadi Abang bakar ngga di sekolah fungsi otak..? Ada bahas tentang otak reptil ngga?"


"Ngga ada mi, tadi masih bahas bagian fisik luar manusia aja" 


"Alhamdulillah, Abang udah belajar tentang manusia. Kalau kita kenal diri kita, maka kita akan lebih mengenali Allah juga bang." 


Semoga Allah bimbing kita ya bang...


Aamiin...







Dunia

Perbincangan di motor sepulang sekolah. 


"Ummi, dunia dalam bahasa Arab artinya sama ya dengan kata bahasa Indonesia. Kenapa Mi?"


"Iya Nak, karena bahasa Indonesia itu banyak memakai serapan dari bahasa lain, semisal Inggris, Arab, dan bahasa lain."


"Kenapa harus pakai serapan Mi?"


"Sepertinya, karena kosakata bahasa Indonesia lebih sedikit, beda sama bahasa Arab -misalnya- yang kaya sekali dengan kosakata. Satu benda dalam bahasa Arab itu bisa disebut dengan berbagai macam kata Bang..."


"Misalnya, kursi. Itu asalnya dari bahasa Arab, kursiyyun. Majalah dari bahasa Arab juga. Dan banyak kata lain dari serapan bahasa Arab."


"Terus bedanya dunia di bahasa Indonesia sama dunia di bahasa Arab apa Mi?"


"Bang, kalau di bahasa Indonesia itu dunia artinya tempat kita tinggal. Alam yang kita tempati. Nah kalau di bahasa Arab, artinya lebih detail lagi lho."


Dunia berasal dari kata dana, artinya rendah. Jadi kalau Allah sebut di Al Qur'an, dunia itu posisinya rendah Bang di hadapan Allah. Kata Allah dunia itu hanya permainan dan Senda gurau aja. Dunia itu sementara. 


Misalkan, kalau ada orang canti di dunia. Cantiknya itu sementara. Ada orang kaya, kayanya juga sementara. Ada orang yang hebat, hebatnya juga sementara. Dan semuanya cuma sebentar aja terasanya. 


Beda sama di akhirat. Kalau sudah merasakan nikmat, kita akan merasakannya selama lamanya bang. 


Kira kira Abang mau pilih yang mana, dunia atau akhirat." 


"Ya akhirat lah.. tapi ke surga Mi.."


"Iya, makanya kita berjuang keras ya di dunia. Istirahat sebentar sebentar aja. Karena orang Islam itu istirahat totalnya nanti di surga." 


***

Perbincangan kami usai karena sudah tiba di rumah. Ah selalu seru jika berbincang sepulang sekolah. Semoga kami bisa rutin berbincang dialog iman bersama. 


Ya Allah, bimbinglah kami..





Senin, 18 Juli 2022

Otak Reptil

"Mi, kenapa sih Bian suka mukul kalau misalkan dia ngga suka sesuatu?"

Sore itu Syamil bertanya padaku. Aku yang sedang menulis jurnal sejenak menolehkan pandangan padanya. Berpikir mencari jawaban dan akhirnya menjawab, 

"Hm...mungkin karena otak reptilnya terlalu aktif?" 


"Maksudnya otak reptil mi? Memang manusia punya otak reptil?".  Jawab Syamil.


"Iya nak, Allah menciptakan bagian dalam otak, yang oleh para ilmuwan disebut otak reptil. Otak ini aslinya sangat bermanfaat bagi manusia. Dia akan memberikan respon membela diri jika ada hal-hal yang mengganggu kita. Tapi, kalau otak reptilnya terlalu dominan, kita malah rugi.." jelasku hati hati. 


"Rugi kenapa?", Syamil mulai penasaran. 


"Ya kalau otak reptilnya dominan, jadinya seperti temenmu itu. Sedikit sedikit mukul, karena dia merasa diancam." Kujawab lagi.


"Kenapa Mi, otak reptil bisa dominan?" 


"Ada satu bagian lagi dalam otak yang fungsinya mengambil keputusan. Namanya prefrontal cortex (PFC). Nah, otak ini adanya di depan, di dahi kita," kujelaskan sambil menunjuk bagian dahi Syamil. 

Ketika seseorang mendapat "stimulasi, dia bisa mengambil keputusan mau memberi reaksi apa. Orang yang otak PFC nya bagus, dia akan mengambil keputusan dengan tepat. Tapi kalau otak reptilnya yang dominan dia akan langsung kasih reaksi pukulan, kata kata yang kasar, dan lain lain."

"Nah, PFC ini bisa rusak kalau kita terlalu sering main hp. Kalau PFC rusak jadi otak reptil yang lebih dominan. Jadi deh, kejadiannya kaya teman Syamil."

"Ooh gitu ya Mi.. aku jadi paham sekarang." 


"Jadi paham kan Kenapa umi membatasi Abang main hp?"


"Hehe..iya mi,"

****


Semoga dialog singkat dengan sholihku ini bisa mengubah kebiasaan buruknya perlahan lahan. 


Senin, 16 Mei 2022

Dosen Luar Biasa

Semester ke dua sudah mulai. Semangat belajar dan berkarya harus mulai ditingkatkan lagi. Setelah sebulan penuh berkutat dengan agenda-agenda pengisi liburan, kini agenda harus dipenuhi sama aktivitas akademik lagi. Dan hari ini awal pekuliahan ku. Dosen yang masuk adalah dosen biologi dasar 2. Pertama kali aku melihat bu dosen, timbul kekagumanku pada dirinya. Beliau memakai tas gendong, yang kuyakin, isinya pasti laptop dan seperangkat peralatan mengajarnya. Sepertinya ibu ini tipikal orang yang selalu bekerja keras.

Pertemuan pertama dengan dosen biologi ini tidak lantas diisi dengan kuliah, tapi lebih kepada overview dan perkenalan. Ibu memperkenalkan diri pada kami semua. "Nama ibu ............" (nggak kusebut disini, karena belum dapat izin dari beliau). Sekarang kita jangan dulu belajar ya, kita mulai dulu saja dengan perkenalan."
Ya, tentu itu yang kami harapkan, bu..

Ibu menceritakan pengalaman pendidikannya. Beliau kuliah S1 jauh di negeri seberang, yaitu di Universitas Lampung. Sengaja ibu memilih kuliah disana, karena peluang untuk masuk kesana pasti lebih besar dibanding berkuliah di kota-kota besar. Disana ibu menjadi mahasiswa yang berprestasi. Terbukti beliau menjadi asisten disana. Tentu seorang asisten punya kemampuan yang di atas rata-rata teman yang lainnya. Dari pengalaman pendidikan ibu, kini aku tahu bahwa ibu tidak punya latar belakang pendidikan. Tapi, memang pada dasarnya orang pintar itu bisa menempatkan diri di mana saja. Meski menjadi dosen seharusnya bukan menjadi pekerjaannya, tapi beliau lakoni saja peran ini sebaik yang baliau bisa.

Selain menceritakan pengalaman pribadi beliau memberi motivasi pada kami semua. Hal pertama yang beliau katakan seingatku adalah "Jika kalian ingin sukses, rancanglah cita-cita kalian. Tulis semuanya di dalam kertas dan kalau perlu pajang itu di kamar kalian agar kalian bisa melihatnya setiap hari. Rencanakan dan targetkan kesuksesan kalian. Dengan begitu kalian bisa fokus dan terarah dalam menjalani kehidupan kalian. Kalian akan selalu terpacu dengan tujuan utama kalian."

"Jangan pernah berputus asa, dan jangan pernah mengatakan 'tidak sanggup'. Pasti ada jalan untuk orang yang selalu berusaha dan mau mencoba sebuah hal baru.

Masya Allah, ini adalah motivasi yang akan kukena selalu. 


note : ini adalah draft tulisan semasa kuliah yang baru aku posting. Saat ini aku masih belum ingat siapa dosen yang dimaksud di dalam kisah ini. Semoga Allah memberikan beliau keberkahan selalu. 

Rabu, 16 Januari 2013

Sekeping Catatan Seorang Ukhti

Rindu saat masa-masa SMA, dimana aktivitas dakwah menjadi aktivitas yang ideal, karena dijalankan oleh seseorang yang masih sangat berusaha memurnikan ikhtiarnya. Dan salah satunya adalah seorang kakak, yang begitu sendu, khusyu dan penuh syahdu. Jika mendengar tausiyah-tausiyahnya, hati ini terasa diliputi oleh embun yang menyejukkan. Sungguh indah ukhuwah dalam dakwah...

Inilah sedikit pesan dari sang kakak yang tertuang dalam catatan kecilku.. Sungguh Ana rindu dengan kesyahduanmu ka.. Semoga Allah berkenan mepertemukan kita di JannahNya kelak.. :)

Assalamua'laykum..
Beberapa tulisan hanya untuk mengingatkan..
Beberapa goresan pena hanya untuk saling mengingatkan...

Mari kita mencintai sesuatu yang bisa mendatangkan cinta Allah..
Mari kita cintai perbuatan dan amal sholeh yang akan mengantarkan kita ke Jannah Allah...
Mari kita mencintai amal shalih yang bisa membuat Allah ridha terhadap kita...
 Kemenangan yang paling besar yaitu peperangan melawan hawa nafsu karena menaati perintah Allah.
Bersikap optimislah! Karena Allah selalu bersamamu. Para malaikat selalu memohon ampunan untukmu dan surgapun selalu menantimu..! 
Bila Allah selalu bersama kita, lantas siapa yang ditakuti? Dan bila Allah berada di pihak lawan kita siapa lagi yang dapat kita harapkan??

Ukhti yang shalihah... Sesungguhnya hidup ini adalah perjuangan..!! Lalu kapan istirahatnya??
KEMATIAN adalah istirahat....

Ukhti yang dicintai Allah... Marilah kita tanamkan dalam diri kita rasa muraqabatullah (merasa diri diawasi Allah)

Lets Keep istiqomah!!
semangat!!!
Semoga Allah mempertemukan kita di SyurgaNya kelak...
Amiin...
Wassalamua'laykum.....

 


Kamis, 10 Maret 2011

Tersenyumlah cinta.....


Tetaplah tersenyum walau hati menyimpan duka..
Senyuman akan menghapus lara
dan menggantinya dengan kebesaran hati yang menyelimuti relung jiwa.. :)
Tetap tersenyum dan berusaha tersenyum....
tersenyumlah cinta... :D

Jumat, 25 Februari 2011

About My Hobby

Bismillah....

Di halaman ini aku mau bercerita sedikit tentang aktivitas hobbyku.. Sejak kecil hobbyku adalah membaca buku. Buku apapun pasti sudah habis kulalap jika ada di hadapanku. Buku cerita, majalah, koran, hingga buku pintar tersedia di rumahku. Bahkan, orangtuaku rutin membelikan majalah Bobo untuk menunjang aktivitas hobbyku. Hingga kelas 3 SD aku tetap berlangganan majalah itu. Oky, Nirmala, Bobo, Upik, Coreng, Paman Gembul, dan tokoh-tokoh lainnya selalu menjadi temanku sehari-hari. 

Aktivitas membacaku kala itu memang sangat tak tertahankan. Dimana ada kesempatan, pasti selalu kuhabiskan untuk membaca buku. Mungkin kebiasaan ini terbentuk karena pola pendidikan yang kudapat dari orang tuaku. Mereka bercerita bahwa dulu mereka selalu membacakanku buku-buku cerita sebelum aku tidur. Bahkan, saat aku tidur siang ayah pernah tidak memberiku bantal untuk alas kepalaku. Tapi malah memberi Buku Pintar yang super tebal untuk mengganjal kepalaku. Ada-ada saja memang ayahku.

Aku masih sangat ingat, saat ayah mulai mengajakku membaca Buku Pintar. Padahal saat itu usiaku masih sekitar 3 atau 4 tahun. Dan aku masih belum lancar membaca, atau belum bisa ya, aku lupa. Buku Pintar ini berisi semua data-data mengenai dunia dan seisinya. Mulai dari negara, Kekayaan alam, sampai kode pos daerah seluruh indonesia pun ada di dalamnya. Tak heran, judul buku tersebut Buku Pintar. Saat itu aku diajak ayah membaca bab tentang 'Negara-negara di Seluruh Dunia'. Aku dibacakan oleh ayah dari mulai nama negara, pemimpin negara, hingga gambar bendera dari negara tersebut. Saat itu yang kumengerti hanya bendera negara saja. Nama negara dan pemimpinnya tak bisa langsung aku ingat, karena memang aku belum bisa baca. 

Hampir setiap hari aku diajak ayah membaca ulang Buku Pintar. Masih di bagian bab yang sama, 'Negara-negara di Seluruh Dunia'. Sampai akhirnya aku hafal sebagian  besar nama dan presiden atau pemimpin dari negara-negara yang penah kubaca. Juga bila aku disuruh menunjukkan bendera suatu negara. Aku langsung sigap dapat menunjukkannya. Lucu sekali saat aku yang masih berusia 3 tahun tapi sudah 'melek' dengan negara-negara di seluruh dunia. 

"Ka, ibukota negara Mongolia apa?", tanya ayahku suatu saat.

"Ulan Batol!!," sahutku dengan cepat. Padahal saat itu aku tengah bermain dengan boneka kesayanganku.

"Kalau ibukota Amerika?"

"Wacington Dece!" jawabku lagi.

"Pinter. Trus presidennya siapa?,"

"Bill kinton,"

Itulah awal kegemaranku membaca buku. Ya, karena orang tuaku sangat gencar menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anaknya, maka jadilah akupun pun terbawa mencintai buku seperti sahabatku sendiri.

Perjalanan membacaku berkembang seiring dengan pertambahan umurku. Jika saat usia 3 tahun aku disuguhi dengan Buku Pintar dan buku cerita lainnya, saat SD aku mulai mengganti bacaan dengan majalah Bobo. Menjelang kelas 5 SD aku mulai suka membaca komik. Mulai dari komik percintaan, detektif, hingga komik tentang olahraga habis aku baca. Satu hari aku bisa menghabiskan 2 sampai 3 komik. Tapi meskipun begitu aku tidak kehilangan motivasi belajar. Aku tetap bisa berprestasi di kelas.

Menjelang kelas 2 SMP, aku mulai merambah bahan bacaanku. Tabloid. Ya, aku sempat rutin membaca tabloid saat itu. Saat itu juga aku mulai sering membaca novel. Mulai dari novel-novel Sherlock Holmes yang bertema detektif, sampai novel-novel remaja habis aku baca. Tema-tema yang berhubungan dengan remaja seperti novel teenlite atau chicklite jadi santapan bacaanku.

Belakangan tabloid kutinggalkan karena bosan dengan berita-berita yang disajikan. Namun, Aku masih tetap berfokus dengan komik dan novel. Kegemaranku ini berlanjut hingga aku menginjak SMA. Bahkan, semakin cinta saja aku dengan membaca.

Sampai suatu saat, aku menemukan dunia yang berbeda. Dunia ini begitu indah. Ada persahabatan yang sejati di dalamnya. Ada kenyamanan yang melebihi adegan dalam fiksi yang tertuang di novel-novel yang pernah kubaca. Ada kesejukan tersendiri saat aku berkecimpung dengan lingkungan yang berkutat di dunia ini. Tak seperti dulu aku yang berkutat dengan buku dalam kesendirianku. Kini aku menemukan komunitas yang bisa membuatku jadi lebih baik. Ya, di SMA aku menemukan dunia yang lebih menyenangkan daripada hanya membaca komik dan novel saja. Dunia ini awalnya enggan kudalami karena banyak hal yang harus kutunda disini. Mau tahu dunia yang buatku jatuh hati di dalamnya? Yang keasyikan di dalamnya melebihi asyiknya aku saat tertawa sendiri saat membaca komik lucu?

DKM.

Semenjak di sini, semangat membacaku tetap menyala. Tapi aku menemukan genre baru.Bacaanku mulai 'berat'. Ya.. kira-kira 3 kilolah beratnya >.<. Bercanda. Tahu tidak, disini aku mulai membaca suatu buku yang sejak dulu jarang kusentuh, meski aku sudah lama memilikinya. Buku ini, setelah kubaca dan kuhayati, isinya benar-benar luar biasa. Saat membaca buku ini emosiku kadang berubah-ubah. Aku merasakan sensasi yang sangat kuat, melebihi saat aku membaca komik dan novel dulu. Terkadang aku menangis, kadang aku terharu, dan tak jarang pula aku tersenyum bahagia saat membaca setiap baris dari tulisan di buku ini.

Isi buku ini lengkap sekali. Di dalamnya ada berbagai kisah yang isinya sangat menakjubkan. Misalnya saja  kisah yang kubaca baru-baru ini. Aku menemukan kisah tentang seorang ayah yang sangat penyayang. Dia memberi nasehat kepada anaknya agar mereka selalu menghormati dan menyayangi kedua orang tua ,juga selalu berlaku baik kepada mereka.  Sang ayah juga berpesan, bahwa semua hal yang manusia lakukan, walaupun hanya seberat biji sawi, pasti ada balasannya bagi manusia tersebut. Indah sekali nasehat-nasehatnya. Aku jadi membayangkan, seandainya sosok ayah tersebut ada di hadapanku, aku pasti akan selalu menimba nasehat bijak darinya.
 
Kisah lain yang kubaca adalah kisah tentang penciptaan manusia di muka bumi. Alkisah manusia diciptakan dari saripati tanah. Dari saripati itu dijadikan air mani yang disimpan di suatu tempat yang kukuh yang dinamakan rahim. Air mani tersebut berkembang jadi segumpal darah. Lama-kelamaan segumpal darah berubah menjadi segumpal daging, dan terus berkembang menjadi tulang belulang. Tulang belulang yang telah terbentuk dibungkus dengan daging. Lalu dijadikanlah ia sebagai bentuk yang lain. Begitulah cikal bakal manusia.

Masih banyak kisah-kisah lain yang buatku semakin terhanyut saat membacanya. Adakisah tentang bahtera yang paling besar yang dibuat di zamannya, yang konon membawa muatan sangat banyak, mulai dari bangsa manusia, tumbuhan dan hewan. Ada kisah tentang kerajaan yang termegah didunia yang rajanya merupakan raja dari seluruh kalangan baik manusia, jin, dan hewan. Juga kisah tentang penciptaan segala yang ada di bumi ini. Pokoknya masih banyak kisah yang sangat bermakna dan membuat hati bergetar ketika membacanya

Aku kian terhanyut dengan kisah-kisah di dalamnya. Semakin kubaca, semakin bertambah kecintaanku terhadap buku ini. Semakin kubaca akan semakin banyak hikmah yang akan kudapat. Jika aku terus membacanya, maka aku tidak hanya akan hafal di luar kepala nama negara dan pemimpinnya saja, tapi aku akan bisa menguasai minimal ilmu yang meliputi alam dan penciptaanya ini. Memang buku ini memang luar biasa.

Aku menjadikan buku ini bukan hanya sebagai kegemaranku saja. Tapi menjadi buku wajib yang setiap harinya harus selalu kubaca. Bahkan bukan hanya dibaca. Tapi isi di dalamnya sangat bisa aku aplikasikan dalam kehidupanku sehari-hari. Kurang lebih sepuluh lembar perhari harus kubaca buku ini. Dan jika aku tamat membaca, aku harus selalu mengulangi mambaca buku ini agar aku bisa menguasai dan memahami isinya. Mengapa harus ku ulang-ulang? Karena butuh waktu seumur hidup untuk bisa memahami dan menghayati buku ini.
 
Kini,, minat membacaku terus bersemi. Bahkan kini yang kubaca adalah buku luar biasa yang kelak bisa mengubah hidupku jadi seseorang yang lebih baik jika kuikuti semua yang ada di buku itu. Setelah membaca buku ini teman-teman pun bisa mengikuti jejakku untuk mulai membaca buku 'sakti' ini. Aku yakin teman-teman pun punya buku ini. Jadikan membawa buku ini sebagai hobby baru kita. Bahkan lebih dari itu, jadikan sebagai sesuatu yang kita cintai.  

Ya, semoga aku bisa selalu mencintai buku ini..
Begitupun dengan Teman-teman.
Ingat baik-baik ya judul buku nya :
AL QURAN AL KARIM




Wassalam
Acelya Kencana Puri






Rabu, 23 Februari 2011

Menggapai CahayaNya




Teringat ucapan salah seorang teman, 
"Kita tak akan pernah tahu kapan Allah akan melengahkan kita pada suatu kemaksiatan..." 
Tampaknya hal itu terjadi pula padaku. Awalnya aku memang salah. Aku telah mengesampingkan Allah. Melalaikannya. Menganggap eksistensiNya tak terdeteksi Walau hati nuraniku menolak, tapi rupanya perasaan lebih mengusaiku. Tak ayal... aku pun mengabaikan suara-suara kebenaranNya..

Ya, rupanya aku telah berhasil diperdaya oleh syetan. Kendati Allah telah memperingatkanku dengan berbagai caraNya, aku tetap melewatkannya. Jadilah Allah melengahkan hatiku. Lalu mencabut rasa sensitifku terhadap dosa. Hasilnya jelas. Aku terperosok ke dalam lumpur penuh dosa. Ya, jika satu dosa telah dilakukan, maka akan menyusul dosa-dosa lain terjadi. Malahan terkadang dosa itu terasa manis bagiku. Ya, terang saja aku merasa begitu. Semua itu karena mataku telah dibutakan saat itu...

Sekian lama kujalani masa-masa penuh kelengahan. Masa yang kuanggap membahagiakan. Ya aku merasakan kebahagiaan, tanpa sadar kalau itu hanya setitik kebahagiaan semu yang nantinya akan membentuk noda-noda gelap di hatiku. Aku bertahan dalam kondisi itu. Lama... sekali... Sampai aku jenuh dengan semua yang kurasa. 

Tapi alangkah sang iblis punya banyak rencana jahat bagiku....

Saat aku hendak berjalan lurus, dia kembali menuntunku ke persimpangan. Dia menyajikan simpangan fatamorgana. Menunjukkan jalan yang seolah sangat indah. Sehingga aku tanpa sadar segera memilih jalan itu kembali. Hal itu terjadi berkali-kali. Aku bangkit, namun terpuruk lagi. Bangkit, dan terpuruk lagi. Entahlah... semakin ku ingin bangkit, ku malah lebih terpuruk dalam lembah 'kebahagiaan' versiku...

Ku coba merenung, berkonsultasi, lalu merenung kembali. Mencoba mencari jalan kebenaran yang selama ini terasa gelap bagiku. Di tengah kesempitan jiwa yang kurasakan aku teringat pesan salah seorang sahabatku.

"Futur itu ujian, karena Allah ingin melihat upaya kita untuk keluar dari sana
 Istiqomah itu ujian, karena Allah ingin melihat sejauh mana kita bisa bertahan di sana
 Marah itu ujian, karena Allah hendak menguji semampu apa kita menahan diri darinya
 Sabar itu ujian, karena Allah hendak menguji seberapa kuat kita menjaganya dalam diri kita
 Lelah itu ujian, karena Allah tengah membedakan kita dari orang0orang yang lalai
 Santai itupun ujian, karena Allah menanti upaya kita untuk menyadari bahwa betapa buruknyabersantai di  tengah kelamnya dakwah islam"

Ku menangis.. sejadi-jadinya... Telah kusadari bahwa begitu banyak yang kutinggalkan selama ini. Maka sepenuhnya telah kusadari, bahwa aku harus segera berubah. Tapi, masih ada keraguan dalam hati. Banyak hal berkecamuk di relung hati. 'Apakah aku mampu untuk keluar dari sini?' , pertanyaan itu kian menjadi dilema selama beberapa hari. 

Dan akhirnya, setelah masa perenungan berlangsung.. aku memutuskan untuk kembali ke pangkuanNya. Ya, aku kembali padaNya.. pada sesuatu yang Maha Memahamiku seutuhnya. Dia yang telah memberikan kasih sayangnya padaku, sehingga aku masih diizinkan untuk menggapai kembali cahayaNya.

Namun, alangkah begitu mahal cahaya itu. Tak serta merta Allah menunjukkannya kepadaku. Aku mesti melewati berbagai ujian terlebih dahulu. Salah satunya ujian kesabaran. Untuk lepas dari suatu keadaan ke keadaan baru tentu membutuhkan kesabaran yang tidak sedikit. Aku belum mampu sepenuhnya bersabar. Aku masih terseok-seok menggapai cahayaNya.

Tapi biarlah, bisa berlepas dari 'belenggu keindahan' ini saja aku sudah bersyukur. Cukup sudah aku merasakan akibat dari keputusanku sendiri. Kini kubiarkan Allah mengusap lembut hatiku. Memenuhinya dengan cahaya. Menyirami dengan air dari telaga keimanan yang nantinya akan membuahkan kebahagiaan yang benar-benar nyata datang dariNya.

Aku tak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku ingin hidup sesuai dengan harapan Allah terhadap makhluqNya. "Sesungguhnya aku menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaku." (az zariat :56). Aku ingin berubah... Seperti halnya kepompong buruk rupa yang menjelma kupu-kupu cantik menawan. Inilah azzamku! Aku ingin berubah, menjadi seseorang yang memberi kebaikan tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk orang-orang dan lingkungan di sekelilingku. Terutama untuk dakwah dan islam! Aku ingin menjadi orang yang disebut Rasulullah, "Sesungguhnya orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain...."

Tapi... jalan kebenaran... tak akan selamanya sunyi....
Ada ujian yang datang menghadang....
Ada perangkap mencari mangsa......
*Bismillah...
Ku siap melangkah ya Allah...
berkahilah langkah pertamaku ini....*



Wassalam...
Acelya Kencana Puri







 

Sabtu, 05 Februari 2011

Lembaran Baru

Hari baru, tanggal baru, bulan baru..
Semangat dan tekad untuk selalu jadi pembaharu
Baharui impianmi, baharui potensimu
Jadikan orang lain bahagia dengan kehadiranmu
Buat lingkungan bertasbih karena keshalihanmu
Ciptakan malam tertunduk terpesona derai tahajudmu
Engkau adalah ratu
yang memimpin segenap jasadmu
Dan dia berkata kepadaku
Setiap pemimpin selalu diminta pertanggungjawaban
atas segala pola tingkah laku
Maka jadilah engkau ratu
yang selalu menyeru jiwa-jiwa yang masih ragu
Untuk mulai jadi individu yang baru
Hidup dalam rangkaian petunjuk sang Maha Tahu..


Kau amatlah istimewa,, dengan potensi yang melekat padamu....


luv,
Acelya Kencana Puri

Jumat, 04 Februari 2011

JIka Ini Sebuah Kebaikan, Maka Kukuhkanlah....

Sebuah kebaikan, pasti akan selalu dikenang dan diingat oleh sang penerima kebaikan. Imbas dari kebaikan itu akan membuahkan kebaikan baru, yaitu sebuah ungkapan terima kasih yang lahir dari hati yang tulus. Terima kasih diucapkan dengan iringan senyum yang merekah. Yang kelak akan membekas hebat baik bagi si pemberi maupun si penerima kebaikan. 
Lain halnya dengan keburukan. Berawal dari sedikit saja keburukan, bohong misalnya, maka akan melahirkan sebuah keburukan lain yang nantinya akan saling susul menyusul menutupi keburukan satu dengan yang lainnya. Sang pelaku keburukan akan menerima akibat yang buruk. Begitu juga dengan orang-orang diselilingnya yang berkutat dengan keburukan itu. Akan ikut terimbas keburukan pula.
Jika memang demikian, maka sudah jelas di depan mata, jalan apa yang harus kita tempuh dalam kehidupan ini. Ya, jalan kebaikanlah yang harus dipilih. Sementara itu, segala hal yang berbau keburukan harus selalu kita hindari. Namun, masalahnya sekarang adalah 'bisakah kita dengan mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk?'. Hm, agaknya ini yang harus kita renungkan dengan seksama. Di masa sekarang ini agaknya orang-orang agak sulit dalam memandang nilai suatu hal. Apakah ini termasuk hal yang baik atau yang buruk. Terlebih dengan meluasnya era globalisasi. Media-media ramai memperlihatkan segala sesuatu yang dikemas dengan kemasan yang terlihat 'baik', namun ada misi tertentu dibalik kemasan itu. Dan tak jarang banyak orang yang terlena dengan kemasan tersebut. Menganggap apa yang dia lakukan baik, padahal belum tentu sesuatu yang terlihat baik akan menghasilkan suatu kebaikan.
Jika demikian halnya, lalu bagaimana caranya untuk mengenali suatu kebaikan? Tentu harus ada indikator tertentu dalam memutuskan dan menentukan apa yang kita lakukan adalah suatu kebaikan atau malah keburukan. Mengenai hal ini, Rasulullah menegaskan bahwa "Kebajikan adalah akhlak mulia, sedangkan dosa adalah apa yang amat berbekas serta meresap dalam hatimu, namun kamu tidak menyukai hal itu diketahui orang lain." (HR. Muslim dan Ahmad). Dengan demikian, salah satu hal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu kebaikan atau keburukan adalah hati kita. Ya, jika hati kita merasakan gejolak ketika melakukan sesuatu, dan yang kita lakukan tak ingin diketahui oleh siapapun, maka apa yang dilakukan bisa jadi adalah sebuah keburukan.
Namun, hati saja tidak cukup untuk bisa menentukan sesuatu yang baik dan yang buruk. Kita tentu memerlukan hal lain, yaitu ilmu. Dengan ilmu, manusia bisa menilai  yang dilakukannya masuk dalam kategori mana. Selain itu, ilmu pula yang memberi penerangan kepada manusia tentang batasan-batasan kebaikan dan keburukan.
Dengan demikian kita memerlikan kombinasi antara ilmu dan hati untuk menghasilkan suatu kebaikan. Analoginya, jika ilmu digunakan tanpa mengunakan hati, maka bisa terjerumus ke dalam keburukan. Dan jika Hati saja satu-satunya sandaran, akan terpeleset juga akhirnya. Ilmu plus Hati nurani, sebuah padanan yang penting untuk mengidentifikasi kebaikan.

Akhirnya semua kebaikan datangnya dari Allah swt, dan keburukan semata datang dari godaan syaithan yang terkutuk.. Semoga kita dijauhkan dari jerumus syaithan kepada keburukan.
Dan postingan pertama di blog ini, semoga menjadi suatu kebaikan, yang kelak bisa mengukuhkan jalan-jalan kita menuju kebaikan selanjutnya...

wassalam,
Acelya Kencana Puri