Senin, 15 Mei 2023

Zona 2 hari 6 Komunikasi Produktif

 Hari ini mayoritas anggota keluarga sakit batuk, pilek, dan radang. Hal ini membuat komunikasiku dengan anak anak kurang berjalann lancar. 


Sejak pagi, aku mengajak anak kedua untuk bermain ayunan di taman komplek. Namun, karena ada ada pekerjaan yang mendadak harus dilakukan, kami batal pergi ke taman. 


Siang hari, ternyata ia masih mengingat janji ke taman. Ia merengek ingin ke taman. Aku yang sednag tidak enak badan belum bisa memenuhi keinginannya. Ia pun karena sedang batuk pilek jadi meminta dengan rewel. 


Karena aku lemas, jadi coba kualihkan dengan melihat ayunann di buku. Dia masih tetap kukuh ingin ke taman. sementara aku semakin lemas dan ngantuk saat itu, jadi terpaksa aku bujuk ia untuk menonton ayunan saja d#i YouTube kids, agar aku bisa terlelap sebentar. 


Aku setting timer di aplikasi itu, lalu memilih program yang akan ditonton. Ia pun hanyut dalam tayangan itu. 


Latihan komunikasi hari ini tidak berjalan baik. Esok harus kuperbaiki agar tidak #mengulang kesalahan hari ini. 



Minggu, 14 Mei 2023

Zona 2 Hari 5 Komunikasi Produktif : Pahami Dulu Agar Kelak Dipahami

Hari ini aku minta jemput suami di lokasi acara walimah. Aku share lokasi via WhatsApp pada suamiku agar ia mudah saat menjemputku. 


Beberapa waktu kemudian, suami menelpon dimana persisnya lokasi penjemputannya. Aku katakan di komplek A. Ternyata suami malah berada di komplek B, yang berada di desa lain karena mengikuti map yang aku kirim. 


Saat itu ingin rasanya aku membela diri, karena merasa sudah tepat saat mengirim map. Tapi, aku tahan pembelaanku, karena aku yakin suami pasti cape dan kesal karena terbawa lumayan jauh dari lokasi jemput yang seharusnya. 


Serentetan pembelaan yang aku siapkan aku ubah menjadi 1 kata. Maaf. Aku akan kirim ulang mapnya lagi dan semoga tidak mengarahkan ke tempat yang salah lagi. Aku pun melengkapi map dengan alamat lengkap lokasi jemput dan ciri ciri yang jelas agar lebih mudah dijangkau. 


Beberapa kemudian suami pun tiba. Kulihat raut wajahnya, seperti yang kuduga. Ia masih kesal. Aku minta maaf dan berterimakasih karena ia sudah berusaha kesini. 


Di motor kami pun kami berbincang, meski tanpa kontak mata, tapi suasana sudah mulai mencair. Semoga kekesalannya juga sudah reda ya. 


Dari kondisi tadi aku sadar bahwa kita harus banyak memahami terlebih dahulu agar bisa dipahami oleh orang lain. Ketika kita mampu menurunkan ego, kita akan mampu mengeluarkan kata maaf dengan tulus, sehingga maknanya bisa sampai ke hati kawan bicara. 


Andaikata saat itu saya melakukan pembelaan, tentu suami akan semakin kesal, dan kekesalan itu bisa jadi akan terbawa sampai rumah dan mengganggu komunikasi kami di rumah. Padahal ada anak anak yang akan merasakan suasana tak itu kelak. 


Latihan hari ini cukup membuat aku bahagia. Semoga esok aku bisa melatih terus poin poin komunikasi produktif yang lain dengan orang orang terdekatku sehingga kami bisa mencapai kesepahaman dalam berkomunikasi. 

Sabtu, 13 Mei 2023

Zona 2 Hari 4 Komunikasi Produktif: Choose the Right Time

 Waktu yang tepat untuk aku dan suami berdialog adalah saat kami rileks berada di luar rumah. Seperti tadi, kami berjalan jalan pagi, banyak hal yang aku bicarakan kepada suami. Terkait kondisi anak anak, rekap kondisi rumah selama sepekan, kondisi keluarga saudara dan kerabat, serta, serta rencana kami untuk rumah yang sedang dalam masa perbaikan sana sini. 


Karena bicara sambil berjalan jadi poin eye contact tidak terlaksana. Namun pembicaraan tetap terasa hangat karena suasana yang terbangun amat rileks. Beda halnya jika bicara di rumah, kami jarang mendapat momen yang bisa membuat kami bicara panjang lebar selama itu. 


Untuk proses hari ini aku rasa masih perlu perbaikan. Semoga ke depannya meskipun di rumah aku tetap bisa membuat momen berbincang dengan suami serileks pagi ini.