Jumat, 07 Juni 2024

Hikmah Keluarga Ibrahim

Dalam Islam ada gelaran Uswatun hasanah yang diberikan pada Nabi Ibrahim dan nabi Muhammad. Nabi Ibrahim adalah namanyang selalu kita sebut dalam shalat. Walau jarak kita dengan beliau ribuan tahun, tapi Allah menghendaki kita dekat selalu dengan keluarganya. Sementara itu Rasulullah adalah teladan yang paling paripurna. Semoga Allah menghimpunkan kita dengan dua sosok mulia tersebut.


Di satu sisi hari hari ini kita menyaksikan para jamaah haji yang tengah melaksanakan ritual haji. Ada perbedaan antara seseorang yang sudah paham Sirah dengan yang belum paham Sirah. Orang yang memiliki keterikatan sejarah akan tersambung memorinya ketika kelak melaksanakan haji. Ia akan Napak tilas dengan kehidupan kekasih Allah nabi Ibrahim dan rasul Allah nabi Muhammad Saw. Ketika mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Mekah dan Madinah akan teringat dengan kisah dua sosok mulia itu ketika mereka hidup di masa itu.

Pelajaran dari nabi Ibrahim

1️⃣ Nabi Ibrahim adalah nabi yang pekat dalam doa 


Robbi habli Minas sholihin.

Bukan hanya doa untuk anak, tapi juga cucu dan keturunan kita menjadi generasi yang sholih

2️⃣Nabi  Ibrahim juga mendoakan keturunannya  agar mendirikan sholat. 

Robbij-'alninmuqimassholati wa min dzurriyati, robbana wa taqobbal dua.

Jarak paling jauh adalah jarak kita dengan sholat, dipengaruhi oleh kedekatan hati. Jikanhati dekat dengan Allah maka masjid adalah tempat yang paling dekat, sebaliknya. 

Hal hal yang menjadi kebiasaan di kehidupan sehari-hari akan muncul pada saat kita berada di tanah suci. 

Doa mampu mengubah takdir, maka jika kita ingin takdir yang baik maka bisa dinikhtiarkan dengan doa. Namun apakah ada takdir buruk,? Semuankejadian terjadi atas izin Allah. Sesuatu yang dianggap baik, belum tentu baik, dan suatu yang dianggap buruk belum tentu buruk. 

Ridho yang paling tinggi adalah ketika kita menerima dengan ikhlas semua ketentuan Allah. Tatkala kita menerima takdir yang kita anggap buruk maka kita bisa menjadikan baik dengan doa. Ganti semua keluhan dengan doa. 

Contoh, saat kita menghadapi kesulitan membangunkan anak, maka alih-alih kita marah, kita doakan saja mereka. 

3️⃣ Keluarga nabi Ibrahim adalah sosok yang mulia penuh perjuangan. 

Ibunda hajar adalah contoh wanita yang keimanannya sangat tinggi pada Allah. Saat beliau ditinggalkan di lembah Mekah, beliau bertanya 3 kali pada nabi Ibrahim, mengapa engkau meninggalkan kami di tempat yang tidak ada kehidupan? Nabi Ibrahim diam tidak punya jawaban. 

Pelajaran dari hal tersebut adalah pola komunikasi kita dengan suami. Kita bertanya pada suami maksimal 3 kali? Dan kita juga harus bersabar kalau suami diam tidak menjawab kita. Agar tidak banyak kecewa maka kita bisa menerapkan tes no question. 

Tips agar bahagia adalah kita harus selalu husnudzon kepada Allah pada diri sendiri dan pada orang lain. Jika kita diuji dengan hal yang tidak baik maka Allah pasti punya rencana yang baik. Husnuzan pada diri sendiri diwujudkan dengan afirmasi positif dengan tetap menyandarkan kekuatan tersebut kepada Allah subhanahu Wa ta'ala. 


Hikmah dari kisah ibunda Hajar 

1️⃣Ikhlas pada Allah 

2️⃣Keimanan, setiap perintah Allah membawa kebaikan 

3️⃣Optimisme bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan hambanya

4️⃣Tawakal yakin bahwa Allah yangbakan mengurus semua yrusan kita.

5️⃣Ikhtiar, lakukan ikhtiar walaupun bagi kita terlihat mustahil 

6️⃣Hajar adalah simbol seorang ibu yang penuh kasih sayang. 







Senin, 29 April 2024

Perhatikan Tubuhmu

Siapa yang sudah rampung puasa Syawal. Ku ucapkan selamat, barakallahufiik.. kalian hebat. Aku Alhamdulillah baru memulai puasa Syawal hari ini. Dengan kondisi sahur kurang optimal, bismillah semoga kuat menjalani puasa hingga akhir. 


Pagi-pagi Alhamdulillah terlewati dengan baik. Mulai dari menyetrika, beres-beres rumah, lanjut menemani anak anak bermain, diselingi dengan melancarkan bacaan untuk kelas tahfizh nanti siang, shalat Dhuha, menerima tamu di pagi hari, dan ikut kelas tahfizh plus murajaah. Alhamdulillah semua Allah izinkan untuk maraton dikerjakan.

Tiba saatnya sholat Dzuhur. Setelah sholat anak anak energinya makin banyak, sementara aku sudah separuh jalan berpuasa, energi ku makin menyusut. Kuajak anak anak menelpon abinya agar ku bisa tertidur sebentar saat mereka video call. Ternyata aku malah tertidur dengan lelap. Saat menyadari video call anak anak sudah selesai, mereka bermain berduaan. Main kereta, puzzle, bongkar buku, mengeluarkan mobil, dll. Suara mereka sayup kudengar. Alhamdulillah tidak ada yang menangis. Aku rasanya ingin bangun dan membersamai mereka, qadarullah badan ini tak bisa bangun. 


Astaghfirullah, tubuh benar benar lemas. Hanya bisa terjaga saat bayi meminta asi. Kuberikan sambil posisi menyamping. Beberapa kali ingin bangun dan lanjut beraktivitas, tapi benar benar tak kuat untuk bangun. Bahkan untuk sholat ashar pun lemas sekali, ya Allah. Paksakan, bismillah.


Selesai sholat, masih belum bisa memaksa diri untuk bangkit. Alhamdulillah anak anak kondusif, tidak menangis. Mereka paham bahwa uminya butuh istirahat sejenak. Hingga adzan Maghrib berkumandang, Alhamdulillah aku bisa berbuka puasa dengan yang ada di rumah, karena aku belum menyiapkan khusus untuk berbuka. 


Allah beri rezeki susu cokelat yang dibelikan anak-anak, tumis sayur buncis dan wortel serta nasi yang disisihkan dari makan siang sulungku, tempe goreng yang kubuatnsekitr jam 10an tadi pagi, serta jeruk dari bekel kudapan sekolah anak. Ohya, satu lagi selembar roti dan selai serta TK lup air putih. Berbuka puasa dalam kondisi lemas serta mata kunang kunang hebat. Tak bisa melihat dengan jelas. Seiring makanan yang masuk ke tubuh, energiku pun pulih. Alhamdulillah. 


Selesai Maghrib Alhamdulillah sudah normal, aku bisa lanjut menemani anak anak jadwal Maghrib dan isya. Setelah insya Alhamdulillah suami pulang. Kami lanjut makan malam bersama. 


Hikmah dari perjalanan hari ini adalah pentingnya mengoptimalkan momen sahur, apalagi untuk berpuasa dalam kondisi masih harus memberikan asi. Jaga hak tubuh dengan memasukkan makanan sesuai dengan kebutuhan. Jangan menyepelekan asupan tubuh, karena yang akan yerlen imbas bukan hanya diri sendiri tapi anak anak juga,, terutama bayi yang masih asi. 


Bismilah esok lanjut syawalan hari kedua. Semoga semakin baik ya. 

Minggu, 28 April 2024

Kembali Taat

Berapa target waktu yang ingin dihabiskan bersama Al Qur'an setelah ramadhan ini? Apakah masih mendekati target Ramadhan yang setiap saatnya intens bersama Al Qur'an? Ataukah malah terjun bebas karena masih terbawa suasana liburan dan lebaran? Bisakah diri ini kembali menata waktu agar ketaatan selama ramadhan masih melekat meskipun ramadhan sudah jauh meninggalkan kita?

Jawabannya adalah harus diupayakan bisa. Meskipun sulit sekali menyelaraskan ritme kembali, tapi semua harus dimulai. Dari mana memulainya? Dari menapak tilasi perjalanan selama ramadhan. Saat ramadhan, semua ketaatan yang telah dilakukan itu untuk siapa? Untuk ramadhan atau untuk Allah? Untuk mencatatkan diri di hadapan malaikat pencatat atau hanya sekedar di hadapan manusia? Untuk memperbanyak  bekal menuju Allah atau hanya sekedar mengkoleksi jumlah khataman? 

Jika niatnya sudah lurus, maka mudah saja melanjutkan semua ketaatan itu, meskipun dengan kuantitas yang tentu tidak bisa sebanyak saat ramadhan. Mengapa mudah? Sebab ibadahnya bukan karena ramadhan tapi karena Allah. Meski ramadhan usai, Allah tak akan pernah usai membersamai kita, malaikat tak usai mencatat amalan kita. Al Qur'an tak usai-usainya ingin kita baca.

Maka alangkah bahagianya hati ini tatkala Allah mampukan dan izinkan untuk bertilawah meski hanya satu juz. Allah juga gerakkan untuk bisa murojaah hafalan sebanyak dua juz. Dan rezeki besar yang juga tak kalah disyukuri adalah bisa menambah hafalan meski hanya satu halaman. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. 

Dengan mencatatkan semua yang Allah mudahkan untuk diri ini, semoga menjadikanku selalu jadi hamba yang bersyukur. Mensyukuri setiap nikmat dengan selalu menambah ketaatan. Kelak kala diri kembali fitur, maka catatan inilah yang akan menjadi pengingat agar kembali bangkit.