Senin, 19 Januari 2026

Rezeki dan Nikmat Allah

Catatan 1 Sya'ban


Rezeki di dunia ini diturunkan dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang didapatkan dengan cara harus bersusah payah serba berjuang penuh lelah terlebih dahulu. Ada juga yang didapat dengan sedikit usaha. Tapi tak jarang Allah memberikan sesuatu secara cuma-cuma, tanpa disangka bahkan diminta.


Itulah bentuk kasih sayang Allah pada manusia. Ia yang menyediakan rezeki bagi semua makhluk yang ada di alam semesta, tanpa membeda-bedakan sedikitpun. Ia memberi nafas bagi semua manusia, baik manusia itu beriman atau tidak. Memberikan makanan pada semua jenis hewan, tumbuhan, bangsa manusia serta jin, bahkan ia masih memberi kasih sayang pada iblis. Yaitu mengabulkan permintaannya untuk ditangguhkan hukumannya. Itu semua adalah perwujudan dari sifatnya yaitu Ar Rahman. 


Adapun Al Wahhab adalah sifat Allah yang selalu memberikan hadiah pada hamba-Nya. Terkadang, hadiah sejatinya tidak layak diterima oleh sang penerima. Namun ia diberikan karena kemurahan hati pemilik hadiah tersebut. Dan Allahlah yang pemurah memberikan kita sesuatu anugerah, padahal belum tentu kita layak menerimanya. Misal, kita mendapatkan anugrah anak, pasangan, keluarga, itu semua bentuk hadiah dari Al Wahhab. Sejatinya kita belum layak menjadi orang tua, tapi Allah memberikan hadiah berupa anak. Oleh karena itu, kita harus mensyukuri hadiah tersebut dengan membekali diri dengan ilmu yang telah Allah sediakan. 


Mengenai harta, Allah memberikannya pada siapapun di dunia ini yang mampu mengupayakannya. Sehingga berlaku hukum alam, siapa yang berusaha, maka ia akan mendapat hasil. Namun, adapula seseorang yang ditakdirkan rezeki hartanya disempitkan oleh Allah, ada juga yang diluaskan. Semuanya tergantung kehendak Allah. Harta bukanlah tolak ukur kemuliaan seseorang. Yang diberi harta banyak bukan berarti ia lebih mulia daripada yang diberi harta sedikit. Semua adalah pengaturan Allah yang disertai dengan kebijaksanaan Allah Ar Razzaq yang Maha Luas. 


Diantara sekian banyak nikmat, ada satu nikmat yang khusus diberikan pada hamba-Nya yang Allah sayangi. Itulah nikmat dari AR Rahim. Dan nikmat terbesar adalah nikmat perjumpaan seorang hamba dengan Rabb-Nya di jannahnya kelak, dalam kondisi Allah ridho kepadanya. 


Ada pula nikmat  yang khusus diberikan pada hamba terpilih diantara hamba pilihan Allah. Ialah Allah Al Mu'thi yang memberikan nikmat khusus untuk Rasulullah SAW berupa Al Kautsar (nikmat yang banyak). Nikmat yang amat sangat  layak didapatkan oleh hamba yang paling mulia di muka bumi. Nikmat yang tak diberikan pada selain beliau. 


Adapun kita, terhadap nikmat yang terlah Allah berikan, sudahkan kita bersyukur? 


Fabi-ayyi aalaa I robbikumaa tukadzdzibaan? 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar